Yuk Intip Contoh Surat Perjanjian Sewa Rumah

Membuat surat perjanjian sewa rumah memang tidak mudah. Namun Anda membutuhkannya saat akan melakukan kesepakatan sewa menyewa atau mengontrakkan rumah. Hal ini penting untuk diperhatikan agar surat perjanjian memiliki kekuatan hukum. Dengan demikian, dapat mencegah timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan saat proses penyewaan rumah.

Apabila Anda kesulitan dalam membuat surat perjanjian sewa menyewa rumah, maka Anda dapat menggunakan jasa agen properti profesional. Dengan demikian, Anda dapat menerima beres karena semua sudah dipersiapkan. Termasuk di dalamnya rumah yang akan Anda sewa dan berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk pembuatan surat perjanjian hingga proses tanda tangan selesai.

Manfaat Adanya Surat Perjanjian Sewa Menyewa Rumah

  1. Agar kegiatan sewa menyewa memiliki kekuatan hukum atas kesepakatan yang dilakukan oleh pihak yang menyewakan rumah dan pihak yang menyewa rumah.
  2. Anda dapat menuntut secara hukum apabila terdapat adanya pelanggaran-pelanggaran yang menyimpang dari isi perjanjian yang tertulis hitam di atas putih.
  3. Memberi efek jera dan takut kepada kedua belah pihak untuk melakukan pelanggaran hukum
  4. Menghindari adanya tindakan saling merugikan antar kedua belah pihak
  5. Adanya kejelasan mengenai hak dan kewajiban dari kedua belah pihak yaitu pihak penyewa maupun pihak yang menyewakan rumah. Dengan demikian, saat masa kontrak atau sewa rumah berakhir tidak terjadi pertikaian.

Contoh Surat Perjanjian Sewa Rumah

  1. Hari, tanggal dan tempat pembuatan surat perjanjian
  2. Identitas pemilik (pihak pertama) yang terdiri atas nama, tempat, tanggal lahir, pekerjaaan, alamat dan nomor KTP.
  3. Identitas penyewa (pihak kedua) yang terdiri atas nama, tempat, tanggal lahir, pekerjaaan, alamat dan nomor KTP.
  4. Keterangan yang berisi penjelasan kepemilikan rumah yang akan disewakan oleh pihak pertama. Di sana dicantumkan juga nomor SHM (sertifikat hak milik), nama pemilik rumah dan alamat lengkap pemilik rumah. Selain itu, berisi penjelasan yang menerangkan bahwa pihak kedua akan menyewa rumah dari pihak pertama.
  5. Berisi syarat dan ketentuan yang dijelaskan dalam setiap pasal
  1. Pasal 1 berisi kesepakatan sewa menyewa
  2. Pasal 2 berisi harga dan pembayaran

Di dalamnya juga tercantum lama waktu penyewa akan mengontrak rumah dari pihak pemilik rumah.

  1. Pasal 3 berisi jaminan

Jaminan ini diberikan oleh pihak pertama sebagai pemilik rumah. Artinya, status rumah yang dikontrakkan tidak sedang disewakan kepada orang lain, terbebas dari kasus sengketa serta tidak dalam proses dijual kepada orang lain.

  1. Pasal 4 berisi pembebanan biaya dan perawatan
  2. Pasal 5 berisi hak dan kewajiban
  3. Pasal 6 berisi kerusakan dan bencana alam
  4. Pasal 7 berisi syarat pemutusan hubungan pihak kedua
  5. Pasal 8 berisi syarat pemutusan hubungan pihak pertama
  6. Pasal 9 berisi masa berakhir kontrak
  7. Pasal 10 berisi lain-lain
  8. Pasal 11 berisi penyelesaian perselisihan
  1. Tanda tangan pihak pertama dan pihak kedua serta tandan tangan dua orang saksi

Poin penting yang harus diperhatikan antara lain adalah penulisan nama, nomor KTP dan semua yang berhubungan dengan identitas. Selain itu, perhatikan juga pengutipan, masa sewa dan harga yang disepakati bersama.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Di Dalam Surat Perjanjian Sewa Menyewa

  1. Pihak yang menyewakan rumah merupakan orang yang berhak dan dewasa hukum (alangkah baiknya jika telah berumur di atas 21 tahun). Hal ini dibuktikan dengan kartu identitas berupa KTP dan sertifikat sebagai bukti kepemilikan rumah.
  2. Mencantumkan fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh pihak yang menyewakan rumah. Fasilitas tersebut antara lain seperti listrik, PDAM, pompa air, AC, telpon dan lain-lain.
  3. Harga sewa rumah beserta metode pembayarannya apakah tunai atau secara bertahap (dicicil) dengan membayar deposito terlebih dahulu.

Besarnya harga sewa rumah harus dicantumkan dengan terang dan jelas. Selain itu, harus tercantum dengan jelas siapa yang menanggung untuk membayar berbagai tagihan seperti tagihan lsitrik, air, telepon, iuran untuk keamanan lingkungan, pajak bumi serta bangunan dan lain-lain.

  1. Lama waktu sewa rumah
  2. Rincian biaya lain yang harus dikeluarkan diluar harga sewa. Contohnya adalah biaya untuk PBB, iuran, perawatan rumah, biaya sewa notaris, pajak untuk sewa dan lain-lain
  3. Kepastian lokasi rumah yang disewa termasuk di dalamnya luas rumah
  4. Kesepakatan apakah boleh atau tidak dilakukan renovasi/pembangunan/perbaikan rumah dan keharusan untuk mengembalikan kondisi rumah seperti kondisi awal.

Pihak penyewa harus bertanggung jawab terhadap kerusakan bangunan. Contohnya adalah kerusakan pada bagian pintu, jendela, kran air dan lain-lain. Namun, apabila kerusakan berhubungan dengan struktur dan konstruksi rumah maka menjadi tanggung jawab pemilik rumah. Namun, dengan catatan bukan penyewa rumah yang merusakkannya.

  1. Kesepakatan apakah diperbolehkan atau tidak mengalihkan hak sewa baik sebagian atau seluruhnya
  2. Kesepakatan kapan akan diberi tahu apabila ingin memperpanjang sewa menyewa rumah atau kapan waktu sewa rumah berakhir.
  3.  Kesepakatan apa saja yang akan dilakukan jika saat waktu sewa telah berakhir, namun pihak penyewa dan atau barang-barangnya masih berada di rumah dan belum mengosongkan tempat yang disewa. Pihak penyewa akan dikenakan  sanksi atau keringanan waktu sesuai kesepakatan yang telah dibuat.
  4. Kesepakatan untuk menggunakan jalur hukum yang pasti apabila suatu hari terjadi permasalahan.

Kesebelas hal di atas hanya mengikat atau berlaku sebagai undang-undang  atau pedoman dalam sewa menyewa rumah untuk pembuatnya. Selain itu, hal-hal tersebut memiliki aspek hukum yang harus dicermati dan diperhatikan.