Jenis Insomnia yang Perlu Anda Ketahui

Peneliti menemukan lima tipe insomnia berdasarkan ciri-ciri kepribadian dan emosi penderitanya. Masing-masing memiliki serangkaian gejala yang unik. Tergantung jenisnya, cara mengatasi insomnia memerlukan perawatan medis yang berbeda-beda. Insomnia adalah salah satu dari sekian banyak gangguan tidur yang kerap dialami banyak orang. Organisasi kesehatan dunia (WHO) mencatat perkiraan bahwa sebanyak 27% orang di dunia mengalami kesulitan tidur. Bermacam jenis insomnia ternyata lebih banyak diderita oleh perempuan daripada laki-laki karena perempuan lebih sensitif terhadap perubahan, serta lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi. Gejala utama insomnia adalah kesulitan tidur, ada yang terjaga dalam waktu lama, ada pula yang bangun terlalu pagi dan tidak bisa kembali tidur.

Untuk mengidentifikasi jenis-jenis insomnia, para ahli melihat gejala yang berhubungan dengan tidur dan mempertimbangkan faktor lain termasuk ciri kepribadian, suasana hati, emosi, dan respons terhadap situasi yang membuat stress. Penelitian menemukan ada lima jenis insomnia, yaitu:

  • Tipe 1

Peneliti mendekripsikan penderita insomnia tipe 1 sangat stress, mereka sering melaporkan merasa sangat aktif atau cemas sebelum tidur. Secara umum, mereka menunjukkan prevalensi depresi yang lenih tinggi sepanjang hidup dibandingkan dengan jenis lain.

  • Tipe 2

Orang dengan insomnia tipe 2 memiliki tingkat kesusahan sedang, tapi tingkat kebahagiaan dan pengalaman emosi yang menyenangkan relatif normal. Mereka tertekan, tetapi masih menunjukkan tanggapan utuh terhadap emosi menyenangkan.

  • Tipe 3

Sama seperti penderita insomnia tipe 2, penderita insomnia ini memiliki tingkat tertekan sedang, tapi tingkat kebahagiaannya rendah.

  • Tipe 4

Orang dengan insomnia tipe 4 biasanya memiliki tingkat kesusahan yang rendah, tapi cenderung mengalami insomnia jangka panjang sebagai respons terhadap peristiwa yang sangat membuat stress atau penuh tekanan. Pendorong utama penderita insomnia tipe ini adalah peristiwa kehidupan, seperti lebih banyak kenangan buruk selama masa kanak-kanak.

  • Tipe 5

Seperti tipe 4, penderita insomnia tipe 5 juga mengembangkan insomnia karena peristiwa hidup. Namun, kenangan buruk masa kanak-kanaknya lebih sedikit daripada tipe 4. Penderita tipe ini menunjukkan tingkat aktivasi perilaku yang rendah. Biasanya tipe 4 dan 5 cenderung mengalami insomnia di kemudian hari, secara spesifik, setelah berusia di atas 40 tahun.