Cara Mengatasi dan Penyebab dari Kejang Demam

Tubuh tersusun atas saraf, otot, dan organ penting yang saling terkait. Selayaknya sistem lain badan akan memberikan reaksi ketika terdapat salah satu penyusun mengalami gangguan. Demam menjadi bagian yang sering terjadi untuk memberi instruksi kepada seseorang bahwa badan merasa kelelahan. Dia membutuhkan istirahat dan asupan makanan yang cukup. Apabila tanda ini dibiarkan begitu saja tentu berdampak buruk untuk kesehatan badan. Selain itu, kejang demam juga menjadi bagian dalam memberi simbol bahwa badan tidak dalam keadaan baik.

Keluhan tersebut biasanya terjadi pada anak kecil. Tubuh mengalami guncangan hebat disertai dengan hilangnya kesadaran. Ketika hal ini terjadi orang tua dihimbau tidak perlu terlalu khawatir karena gejala ini bukan sesuatu yang cukup serius. Pasalnya, kejang yang disertai demam berbeda dengan epilepsi. Meskipun dinyatakan tidak serius, ada baiknya orang tua segera mengkonsultasikan kepada dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Biasanya diawali dengan demam pada anak kemudian kaki dan tungkai bergelojotan. Gerakan mata yang tidak teratur, disertai hilangnya kesadaran. Kejadian tersebut berlangsung kurang dari 2 menit. Di beberapa kasus juga terjadi selama 15 menit. Setelah itu kondisi si kecil akan berangsur sadar. Dia terlihat lemas sekaligus kelelahan. Namun, ketika hal ini terjadi disertai dengan muntah, sesak nafas, dan terlihat sangat lemas maka harus segera di bawa ke rumah sakit.

Kejang demam pada anak memang bukan hal yang asing. Pasalnya, hampir semua anak yang berusia dibawah 15 tahun mempunyai potensi mengalaminya. Meskipun begitu Anda tidak boleh lelai. Tetap temani sang anak dan sesegara mungkin bawa dia ke rumah sakit untuk mendapatkan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Berikut penyebab yang membuat si kecil mengalami kejang disertai demam. Yaitu:

  • Pemberian Imunisasi

Pemberian imunisasi menjadi penyebab normal yang membuat anak demam kejang. Tidak perlu khawatir sebab reaksi seperti ini sering terjadi pada tubuh. Namun, ketika Anda mempunyai riwayat tersebut kemungkinan besar si kecil akan jauh lebih berpotensi mengalami hal yang sama.

  • Infeksi

Penyebab kedua ini dikarenakan oleh terdapat virus atau bakteri yang membuat anak demam disertai kejang. Jika sudah seperti ini sebaiknya Anda mengkonsultasikannya kepada dokter spesialis anak.

Di masa-masa pertumbuhan anak lebih rentan mengalami demam. Hal ini di karena oleh daya tahan tubuh yang belum terlalu kuat. Sekarang pemerintah sudah memberikan anjuran untuk memberikan imunisasi setelah bayi lahir. Fakta tersebut menjadi bukti bahwa negara memberikan perhatian dalam mendukung kesehatan rakyatnya. Sedangkan untuk pengobatan Anda bisa memulai dengan melakukan kegiatan di bawah ini:

  1. Rebahkan anak dengan posisi wajah berada di bawah.
  2. Kemudian miringkan posisi anak agar cairan keluar dari rongga mulut, sekaligus menghindari lidah menghambat pernafasannya.
  3. Lepaskan pakaiannya, dan jangan sekali-lagi menaruh sesuatu pada mulut anak.
  4. Hitung waktu lama demam kejam serta perhatikan tingkah lakunya untuk mempermudah saat berkonsultasi dengan dokter.

Anak menjadi bagian terindah yang hadir dalam hidup orang tua. Mereka lahir memberi tanggung jawab dan kebahagiaan untuk Anda. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Sebab, kejang demam pada anak bisa dibilang biasa. Sebagai orang tua Anda hanya perlu bersiap siaga untuk merujuknya ke rumah sakit. Gangguan ini sebenarnya tidak bisa dihindari dengan pemberian obat-obatan. Namun, dokter bisa memberikan obat penurunan panas.